Sekian tahun di kota orang, aku merasakan juga kembali ke ciledug. Pengen mulai nulis blog lagi, susah juga merawi sebuah tulisan biar enak dibaca, tapi setidaknya bisa memuaskan hatiku saja sudah lebih dari cukup ho-ho.
Setelah aku lulus, sebagian teman bertanya "lalu rencana kamu sekarang apa dim?", sebelum menjawab pertanyaan itu puter lagi waktu ke waktu sebelum sidang TA, semua seakan mengalir begitu saja. Banyak hal yang menyemangatiku saat itu antara lain ajakan mas Gis untuk keliling jawa bagian selatan di akhir bulan april dan tentu saja semangat dari kedua orang tuaku, karena memang aku sudah terlalu lewat masa belajar normal disini he-he (nyuwun ngapuro pakne,bukne) . Dan satu lagi, ingin sekali bilang ke seseorang : "hei aku sudah lulus, boleh aku bicara lagi denganmu seperti dulu?" , entah kenapa saat itu berat sekali untuk eksis di dunia maya, dudul! ha-ha. Selama itu juga aku berlatih melancarkan alunan petikan gitar suatu lagu, niatnya sih ingin kuberikan sebagai hadiah atau mungkin malah sebuah apologi, tapi apa daya hingga harinya belum lancar juga, aku urungkan. Mungkin entah kapan, kalau ada nyali kalau ada waktu.
Sekarang aku ada di rumah, ibuku senang bukan main, aku? lebih senang dong, ngumpul lagi apalagi tiap hari main sama keponakan satu yang makin lama makin cerewet. Ada yang unik sehari setelah aku lulus. Tetangga-tetangga sms, sedikit dari sebaya ku tapi malah banyak dari ibu-ibu komplek, memangnya aku ini pejabat yang baru dilantik apa? :P .
Beberapa hari dari kelulusan ku, aku belum juga berani memutuskan jalan yang akan aku tempuh selanjutnya antara kerja, usaha, atau ambil s2. Belum juga aku memutuskan seminggu kemudian telepon datang dari salah satu perusahaan IT di bintaro katanya apakah sudah siap join pertengahan bulan ini, aku masih bimbang. Ya aku memang bimbang hendak dikemanakan ego wirausaha ku he-he, kalau menolak juga tidak enak karena aku direkomendasikan oleh salah satu pegawai disana.
Mengingat suatu malam setelah perbincangan dengan ayahku panjang lebar, beliau agak kecewa jika aku bekerja di tempat orang lain, ternyata salah satu ambisinya adalah memiliki anak yang berwirausaha, akhirnya kuputuskan untuk tidak join dengan mereka dan akan mendirikan usaha baru meskipun masih di bidang yang sama. Mengapa tidak lanjut dengan yang dulu, sayang seribu sayang usaha kami yang dulu bisa dibilang gagal.... , ya gagal dalam berbagai hal mulai dari awal pembangunan CV, manajemen, keuangan, hrd, dll. Tapi kuanggap itu sebagai jalan menuju sukses, kalau tidak mencoba bagaimana aku tahu yang gagal itu seperti apa dan yang pasti aku tidak menyesal karena sudah mencoba. Memang berat hatiku untuk melepasnya, ketika jauh hari sebelum lulus teman ku mengatakan : "dim, cv ini sudah salah dari awal mengenai keuangannya lebih baik ditutup dan dibuat baru, biar lebih tenang ke depannya untuk perhitungan pajaknya". Halilintar 10.000 volt menyambar hatiku, CTAR!, ya apa boleh buat sepertinya harus kuikuti konsultan terpercaya satu ini. Bisa dibayangkan saat itu, aku belum lulus, usaha terombang-ambing, dan CV bangkrut, alamak luar binasa!
Saat ini aku sudah memutuskan aku akan usaha lagi dan ambil S2 di universitas deket rumah, ya aku ingin menjadi dosen disana sehingga aku tetap bisa menjalankan usaha ku (masih teringat simbiosis mutualisme antara dosen dengan mahasiswa di kampus mengenai berbagi rejeki :p ) dan dekat dengan kedua orang tuaku, karena rencananya rumah orang tua ku lah yang akan dijadikan markas usaha ku selanjutnya, bukan tanpa alasan memilih rumah ini dijadikan tempat usaha, sebuah alasan klasik dari ibuku "daripada nyewa rukan, mending disini aja bayar kateringan mama mas" alih-alih agar aku menemani ibu ku di hari-harinya :). Saat ini belum tahu apa nama calon usaha baru ku ini "nunggu mimpi aja mas biar hoki" kata ayah ku bercanda malam itu ho-ho, yup semoga semua berjalan lancar, aku belum kapok berwirausaha, mudahkanlah jalan ku ya Allah. Amin.


salam bwt nadia ya :P