Cara buatnya? gampil.
Pertama kita buat lubang secara vertikal sedalam 80-100 cm dengan diameter 10-30 cm, jarak antar lubang 50-100 cm. Terus mulut lubang boleh di semen biar lebih kuat. Tapi biar lebih praktis dan aman bisa pake cara Bapak Hasannudin Tamir, yaitu mulut lubang dikasih loster (lubang angin yang dipasang di dinding buat pertukaran udara). Jadi kalo kita punya peliharaan kucing atau yang lainnya ga kejeblos disana.
Langkah selanjutnya : buang sampah! , hohoi disini kerennya nih, kita buang sampah organik seperti rontokkan daun, sisa maeman semalem, yang penting bisa didaur ulang. Nah, nanti otomotis(bukan deng yang bener dengan seijin Allah ) dari sampah-sampah yang berubah wujud jadi pupuk itu akan hidup komunitas cacing, dkk yang dapat membuat lubang-lubang kecil(pori-pori) sehingga air hujan akan lebih meresap di dalam tanah dengan kata lain air yang biasanya tergenang di permukaan tanah akan masuk ke dalam tanah. Nah, kebayang kan kenapa bisa mencegah banjir dengan lubang biopori ini :)
Setidaknya ada 3 keuntungan dengan membuat lubang biopori ini, diantaranya tanah jadi super subur, terus punya tempat sampah super canggih yang bisa daur ulang sendiri, mencegah banjir. Eit, mencegah banjir mah kalo cuman 1 rumah ga bakal mempan >_< , bagusnya se-RT, se-RW, se-komplek, kalau bisa sih se-Indonesia ^_^ . Sayangnya tanah di depan aliyaplex sekitar 20 cm dari permukaan itu semen -_-' , yo wes berarti rumah ciledug sasaran berikutnya :P.
Nah, teman-teman, saudara-saudara rame-rame bikin lubang biopori yuk!, ajak pak RT, RW, Lurah, Kades, biar ada sosialisasi biopori di daerah kita. Kalo perlu alat khususnya juga dijual di biopori.com tapi belinya jangan sendiri patungan aja beberapa rumah biar rumah lain ikut bikin :P. Tapi pake linggis atau pipa paralon juga bisa buat bikin lubangnya.
Yang pingin tahu lebih banyak mengenai biopori ini silahkan berkunjung ke : www.biopori.com
Oks, arigatos semoga bermanfaat ya :)


Facebook/dimazarno
Friendster/dimazarno
YouTube/dimazarno
GMail/dimazarno




